Getas (TIDAK) Keras-Part 5

Minggu Ketiga: Jadi Juragan MKP, Gondorukem, Terpentin, Kayu Lapis, dan Barecore dalam Dua Hari

Minggu ketiga it’s became to juragan. Juragan? Yaps, karena Irma dan teman-teman melakukan kunjungan ke beberapa industri non kayu yang ada di dua lokasi yaitu di Ponorogo dan di Kediri. Namun, sebelum itu ada satu acara yaitu mengerjakan data perencanaan. Masih seperti biasa kerja lembur bagai kuda, dan tak lupa peta sebesar samudera (lebay) digelar di lantai depan kamar pondokan. Setelah perencanaan selesai barulah kami bisa mempersiapkan barang bawaan untuk kunjungan industri tersebut lalu dilanjutkan tidur nyenyak.

Paginya kami lalu berangkat meninggalkan Kampus Getas untuk melakukan kunjungan industri. Akhirnya naik bus! Perjalanan kali ini ditempuh dengan waktu kurang lebih 4 jam, dengan tujuan pertama yaitu ke Ponorogo. Industri yang kami kunjungi di Ponorogo yaitu industri minyak kayu putih serta pabrik terpentin dan gondorukem. Kedua industri ini letaknya berdekatan, sehingga rombongan dibagi menjadi 2 tim.

Sebelum rombongan dibagi menjadi 2 tim, kami mendengarkan pemaparan singkat dari pihak pabrik gondorukem terpentin di aula pabrik tersebut. Kebetulan Irma masuk dalam rombongan untuk mengunjungi pabrik minyak kayu putih terlebih dahulu. Bau khas minyak kayu putih sudah tercium dari pintu masuk pabrik. Di pabrik tersebut kita dikenalkan dengan sejarah terbentuknya industri MKP, ditunjukkan secara langsung proses pembuatan minyak kayu putih, dan masih banyak lagi. FYI, hasil olahan minyak kayu putih ini dapat dibeli lho dengan harga Rp 30.000,00 per botol dan pastinya dijamin kemurniannya. Setelah selesai, kami melanjutkan kunjungan industri di pabrik terpentin dan gondorukem. Hanya dengan menyeberang jalan raya kami sudah sampai di pabrik tersebut. Sama halnya saat berada di pabrik MKP, di pabrik gondorukem terpentin pun kami juga ditunjukkan secara langsung bagaimana pengolahan dari getah pinus hingga bisa menjadi gondorukem dan terpentin. Kunjungan industri di Ponorogo saat itu ditutup dengan ishoma, dan artinya kami harus melanjutkan perjalanan ke industri berikutnya di Pare, Kediri.

S_8345765397557
Proses Pembuatan Plywood

Irma dan teman-teman sampai di Kediri sekitar pukul 19.00 WIB. Di Kediri, Irma dan teman-teman yang perempuan menginap di pabrik sedangkan para lelaki menginap di RPH. Pabrik ini adalah pabrik plywood dan barecore. Yang paling membuat senang saat berkunjung di pabrik ini adalah kita mendapatkan jamuan makan yang enak, yaitu bebek goreng haha 🙂 betapa lahapnya kami menyantap makanan tersebut. Saat pembagian tempat tidur karena tempat pabrik yang kurang cukup untuk menampung jumlah kami yang banyak, akhirnya sekitar 10 orang harus tidur di masjid pabrik termasuk Irma. Kalau boleh jujur Irma lebih nyaman tidur di masjid karena selain sangat longgar juga tidak panas, dan suara bising alat-alat pabrik juga tidak begitu terdengar (Hore merdeka! Hehe :p). Keesokan harinya kami berkumpul di depan kantor pabrik untuk melaksanakan apel pembukaan kunjungan industri di PPI (Perhutani Plywood Industry). Setelah apel kami mendengarkan materi singkat mengenai plywood dan barecore dari pihak pabrik. Setelah selesai pematerian, kami dibagi menjadi beberapa kelompok dan didampingi oleh petugas yang bersangkutan. Kami tunjukkan proses pembuatan plywood sekaligus bagaimana menentukan kualitas dari hasil tersebut. FYI, plywood hasil industri ini sudah diekspor hingga ke luar negeri lho. Pasarnya dari Asia sampai ke Eropa.

S_8345765956731
Bahan Baku Barecore

Setelah selesai keliling pabrik plywood kami lalu pergi menuju bangunan terkait pembuatan barecore. Sama seperti sebelumnya, kami juga ditunjukkan proses pembuatan barecore dari awal hingga akhir. Karena saat itu hari Jumat, maka kami menyelesaikan kunjungan dengan cepat. Setelah selesai Jumatan kami melakukan apel penutupan sekaligus menandai berakhirnya serangkaian kunjungan industri hasil hutan non kayu. Berakhir pula Irma jadi juragan hasil non kayu di Jawa Timur wkwkw. Oh iya, perlu kalian ketahui PPI ini merupakan satu-satunya industri non kayu yang dikelola oleh negara lho. Melihat pabrik ini yang begitu besar, hal tersebut dapat menambah pemasukan negara dan yang paling penting adalah dapat membantu menciptakan lapangan pekerjaan masyarakat sekitar pabrik.

S_8345765814829
Foto-Foto Tetap Tidak Dilupakan
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s