Getas (TIDAK) Keras-Part 2

Minggu Pertama: Membara di Lapangan!

Minggu pertama di Kampus Getas rasanya masih penyesuaian. Penyesuaian dengan pola tidur yang berubah, penyesuaian dengan makanan, penyesuaikan dengan mengerjakan laporan yang super-duper deadline (pengumpulan laporan maksimal jam 5 pagi). Pagi ke lapangan untuk ambil data, sore mengolah data, malam juknis, dan dilanjut mengerjakan laporan. Hal tersebut turut menyukseskan terbentuknya kantongnya kantong mata -_-

S_8317002562553
Master of Clinometer

Pada minggu pertama Irma bersama teman-teman yang lain melakukan pengambilan data di lapangan dari pagi hari hingga sore hari. Pengambilan data mengenai PAK dilakukan dengan melakukan rencana batas kawasan dan mencatat pal yang ada. Sejauh mata memandang bukan hutan pada umumnya yang Irma lihat, melainkan ladang jagung dan tebu dimana-mana. Judulnya bukan pengelolaan hutan lestari dong, tapi pengelolaan jagung dan tebu lestari hehe :p Kelompokku beruntung karena mendapatkan petak yang kecil jika dibandingkan dengan kelompok lain. Alhasil kelompokku selesai lebih dahulu dan itu tandanya kami mempunyai jatah istirahat yang lebih panjang dibandingkan dengan kelompok lain. Begitu senangnya kelompok kami, bisa mandi lebih awal, mencuci baju, bahkan tidur siang sepuasnya. Lalu di hari berikutnya kami mengambil data mengenai kondisi jalan yang ada serta fasilitas-fasilitasnya. Hal ini terkait dengan pembukaan wilayah hutan.

S_8317002306592
Menuju ke TPK
S_8317002433600
Aku, Kita, Jati, dan Truk
S_8317002698620
Buruh Tebangan

Masih di minggu-minggu pertama berada di Getas. Hari itu adalah hari yang ditunggu bagi kaum yang gemar berfoto ria. Yaps, berkunjung ke TPK dengan berbagai spot foto estetik di dalamnya hehe.. Namun, sebelum ke TPK kami pergi ke tempat pemanenan kayu terlebih dahulu. Jadi, kami melihat proses penebangan kayu hingga pada proses pengangkutan. Selain itu, kami juga ditunjukkan cara menamai dan menandai kayu hasil tebangan. Irma kagum sekaligus sedih melihat bapak-bapak petugas yang ada terutama dengan buruh-buruh berusia paruh baya yang masih memiliki tenaga sekaligus semangat yang tinggi dan jika dibandingkan dengan uang yang didapat tentunya tidak sebanding. Oke, jangan lama-lama sedihnya langsung saja kita pergi ke TPK! Transportasi kami masih sama seperti hari-hari sebelumnya, yaitu menggunakan truk. Tak jarang kami berteriak karena kondisi jalan yang mengakibatkan truk menjadi miring. Sesekali kami juga memperingatkan teman kami “Awas, ada secang! Menunduk!”. Sesampainya di TPK kami lalu mendengarkan penjelasan dari kepala TPK, yang kemudian dilanjutkan dengan pengambilan data. Selesai pengambilan data tanpa basa-basi kami langsung berfoto ria, mengabadikan setiap momen dan sibuk mencari spot-spot estetik dengan berbagai macam gaya. Terimakasih TPK Banjarrejo telah menambah foto-foto instagramable Irma 🙂

 

S_8317003467640
Ter-estetik se Getas Raya

Tiga hari berikutnya kami melakukan pengambilan data silvikultur. Menurut Irma ini adalah pengambilan data yang paling Irma gak jelas karena begitu banyak data yang dibutuhkan dan memang Irma kurang paham juga mengenai prosedur pengambilan datanya :(. Pengambilan data ini meliputi pohon plus, sumber benih, persemaian, perlindungan, pembuatan tanaman dan penjarangan. Irma paling ingat saat pengambilan data penjarangan, kelompokku lupa jalan pulang alhasil kami tersesat dan ditunggui oleh kelompok lain. Memalukan! Di ladang jagung saja bisa tersesat hehe.. Salah satu teman kelompokku nyeletuk “Untung gak jadi ngambil tebu, bisa-bisa kita beneran gak bisa pulang”. Lalu aku bersama teman-teman menimpali sambil bercanda “Oh, pantas kamu punya niatan jelek sih makanya kita lupa jalan pulang!”. Setelah itu kami pulang menuju kampus Getas dan tentunya banyak sekali data sekaligus laporan yang menanti, belum lagi revisian data yang datangnya dadakan. Oh iya sampai lupa, kalau ditanya medannya bagaimana di Getas Irma akan menjawab masih mudah terutama bagi kalian yang tidak terbiasa jadi anak lapangan itu masih sangat amat normal, no kontur-kontur club!! Hanya saja matahari di Getas ada sepuluh alias sangat terik, siap-siap saja masker, topi, dan kawan-kawan agar kulit tidak gosong (tapi pasti gosong sih hehe..).

 

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

So, itu tadi cerita minggu pertama di Getas dengan segala agenda yang padat namun tetap mengasyikkan 🙂

Tunggu episode Getas (TIDAK) Keras berikutnya ya!!!!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s