Explore Kalipagu Bersama Forestation, Penelitian Sekaligus Senang-Senang!

Ada yang tahu Kalipagu itu dimana? Atau ada yang sudah pernah pelesir ke salah satu objek wisata yang ada di Kalipagu?

Ok, bagi yang belum tahu letak Kalipagu itu dimana langsung saja Irma beri tahu. Kalipagu itu merupakan salah satu dusun di desa Ketenger, Baturraden. Letaknya di lereng selatan gunung Slamet. Merupakan salah satu primadona dari Baturraden itu sendiri, yang menyimpan sejuta potensi alamnya yang indah.

Pada tanggal 16-25 Februari 2018 yang lalu Irma bersama teman-teman Forestation melakukan penelitian di daerah tersebut. Kesana naik apa Ir? Jadi, kemarin itu rombongan naik sepeda motor dengan waktu tempuh kurang lebih 7 sampai 8 jam. Lelah diperjalanan akan terbayarkan oleh indahnya pemandangan di daerah tersebut. Penelitian ini dilakukan selama 10 hari. Kelompokku meneliti tentang daya dukung wisata dan interpretasi dari Curug Jenggala. Yaps, mencari 150 responden selama 10 hari tidaklah mudah, apalagi jika bukan weekend. Rasa penat pun sering menghampiri, apalagi ketika sepi pengunjung dan cuaca disana yang kurang mendukung. Namun, cara Irma dan teman-teman mengatasinya adalah dengan bermain UNO, selfie, dan makan mendoan hangat tentunya hehehe :p

Selama 10 hari Irma dan teman-teman yang lain harus menyusuri jalan setapak sekitar 10-15 menit agar sampai ke Curug tersebut. Selama diperjalanan menuju curug kami akan disuguhi oleh gugusan bukit-bukit serta pemandangan DAM yang menambah syahdu setiap sudutnya.

Ngomong-ngomong sudah tahu Curug Jenggala belum? Kalau belum ini Irma ada fotonya. Siapa tahu kalian tertarik untuk berwisata kesana. Tapi jangan lupa ya, tetap jaga kebersihan ketika kalian berwisata!

Tak hanya Curug Jenggala saja yang menawarkan keindahaannya. Namun dari eksotika flora dan faunanya pun dapat memanjakan mata bagi yang melihatnya. Berikut hasil jepretan teman-teman Irma yang melakukan penelitian seputar satwa liar.

Jadi senang-senangnya bagian mana? Banyak! Melihat alam yang sejuk, tenang, dan asri serta masyarakat yang masih sangat kental dengan budaya dan kearifannya itulah jawabannya. 10 hari mengambil data, 10 hari bercengkrama dengan satu sama lain, bercengrama dengan masyarakat sekitar, tidak ada sinyal provider apa pun sehingga lebih dekat antara satu sama lain. Salah satu pengalaman yang berharga selama Irma kuliah di fakultas Kehutanan, yang mungkin tidak semua orang mendapatkan kesempatan langka seperti ini.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s