Bina Konservasi Gadjah Mada (BKG)

Apa itu Konservasi?

Dalam berbagai bidang kajian keilmuan sering kita mendengar istilah konservasi. Sebagai contoh adalah konservasi purbakala dan cagar budaya dalam bidang budaya, konservasi dan pembangunan yang berkaitan dengan bidang ekonomi, serta yang paling sering didengar oleh pemerhati lingkungan sekaligus oleh orang-orang yang berkecimpung di dunia kehutanan yaitu konservasi energi, konservasi tanah dan air, kawasan konservasi, dan masih banyak lagi istilah yang lainnya.

Berdasarkan uraian tersebut secara umum konservasi memiliki arti suatu usaha pemeliharaan, pengelolaan, dan perlindungan secara berkesinambungan. Jika ditinjau dari berbagai sumber, maka pengertian konservasi pun akan beragam. Misalnya menurut KBBI, konservasi adalah pemeliharaan dan perlindungan sesuatu secara teratur untuk mencegah kerusakan dan kemusnahan dengan jalan mengawetkan, pengawetan, pelestarian.

Dikarenakan fokus kajian yang dipelajari kali ini mengenai lingkungan dan kehutanan maka konservasi dikaitkan dengan bagaimana mengkonservasi sumberdaya hayati, sehingga konservasi sumberdaya alam hayati memiliki arti pengelolaan sumber daya alam hayati yang pemanfaatannya dilakukan secara bijaksana untuk menjamin kesinambungan persediaannya dengan tetap memelihara dan meningkatkan kualitas keanekaragaman dan nilainya (UU No. 5 Tahun 1990). Ada pula yang mengartikan konservasi sebagai usaha memanfaatkan tanah dan sumberdaya alam secara bijaksana agar tanah dan sumber daya alam tersebut dapat terpelihata dan terlindungi sehingga dpat dimanfaatkan lebih lama ( Said dkk, 2007).

Jadi dapat ditarik kesimpulan bahwa konservasi ini memiliki arti yang simpel namun mendalam yaitu The wise use of natural resources, atau menggunakan sumberdaya alam dengan bijaksana. Maksudnya dengan pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya yang lestari yang memberikan hasil sebesar-besarnya untuk sebanyak mungkin orang dalam waktu yang selama mungkin.

Konservasi tidak melulu harus dengan mengkonservasi wilayah yang cakupannya luas, hal ini dapat dimulai dari hal sederhana. Misalnya dengan merawat diri kita sendiri, ketika kita sehat berarti kita bisa melakukan aktivitas sebanyak-banyaknya dengan hasil juga yang maksimal untuk jangka waktu yang lama. Ketika kita mampu mengkonservasi diri kita sendiri pasti kita akan mampu melakukan kegiatan konservasi untuk masalah-masalah yang lebih kompleks. Contoh kegiatan konservasi yang lebih kompleks adalah dengan keikutsertaan kita dalam organisasi-organisasi konservasi baik dalam bentuk volunteer ataupun yang lain, meskipun tidak berperan langsung setidaknya kita memberikan info sekaligus kesadaran betapa pentingnya mempertahankan sumberdaya yang ada demi dapat dimanfaatkan dalam waktu yang lama.

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Anonim. http://kbbi.web.id/konservasi. (diakses tanggal 10 Februari 2016).

Presiden RI. 1990. Undang Undang No. 5 Tahun 1990 Tentang : Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Jakarta.

Said, Muhammad Andi, dkk. 2007. Directory of Cultural Tourism Potency Selayar Islands South Sulawsi Indonesia. Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Makassar. Makassar.

Trihermawan, Much Taufik. 2015. Slide Materi Daskon. Fakultas Kehutanan UGM. Yogyakarta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s