20-30 Tahun Mendatang Oksigen Layaknya Snack

Oksigen merupakan suatu kebutuhan yang tidak dapat ditinggalkan baik sedetik pun oleh makhluk hidup khususnya kita sebagai manusia. Bayangkan dan rasakan betapa sesaknya jika kita menahan napas barang 5 hingga 10 detik saja, apalagi jika di bumi ini tidak ada Oksigen? Semua makhluk hidup akan punah, tidak ada yang mampu bertahan tanpa adanya oksigen tersebut.

Perlu diketahui bahwa manusia dewasa umumnya menghirup sekitar 7 sampai 8 liter udara per menitnya. Dengan catatan, kita beraktivitas secara normal, di luar olahraga yang bisa membuat konsumsi udara sampai berkali-kali lipat. Kalau dijumlah sehari, kita bisa menghirup udara sekitar 11.000 liter. Dari jumlah total udara tersebut, jumlah Oksigen yang kita hirup berkisar 20% dari jumlah tersebut atau sekitar 2.200 liter oksigen dalam sehari. Berarti seminggu kita menghirup sekitar 15.400 liter oksigen, lalu bagaimana jika per bulan? Bagaimana jika per tahun? Tentunya oksigen yang diperlukan sangatlah banyak mengingat tidak hanya satu orang atau dua orang saja yang menghirup oksigen tersebut melainkan kita juga harus berbagi dengan makhluk hidup lain disekitar kita. Lantas apakah jumlah oksigen yang diperlukan berbanding lurus dengan oksigen yang tersedia di bumi untuk saat ini bahkan untuk 20 sampai 30 tahun ke depan?

Oksigen sangat erat kaitannya dengan pohon, dimana tumbuhan hijau ini merupakan penyumbang oksigen terbesar guna menyuplai oksigen yang akan kita hirup. Setiap harinya satu pohon menyuplai oksigen setidaknya untuk empat orang. Namun saat ini nampaknya jumlah pohon yang ada, dalam konteks ini adalah hutan lambat laun mengalami penurunan, degradasi serta laju deforestasi yang signifikan dan berarti bahwa pasokan oksigen jauh dari kata cukup.

Apa yang terjadi bila 20 sampai 30 tahun lagi jumlah manusia terus bertambah namun pasokan oksigen tidak sebanding dengan permintaan tersebut? Menurut saya sudah tentu akan diberlakukan oksigen berbayar, untuk saat ini saja sudah terlihat jelas bahwa setiap rumah sakit menjual tabung-tabung oksigen serta maraknya minuman dalam kemasan yang menyertakan embel-embel “minuman sehat beroksigen”. Lalu apabila 20 hingga 30 tahun nanti oksigen berbayar apakah tetap menggunakan tabung-tabung besar? Saya rasa tidak, seiring dengan perkembangan teknologi saya berpikir sekaligus berimajinasi bahwa suatu saat akan ada oksigen dalam kemasan layaknya snack yang tersedia di swalayan manapun dan harus ada dalam tas atau saku setiap orang. Akan nampak kemasan-kemasan oksigen berbagai merek yang berjajar rapi di rak-rak toko dan akan diperebutkan oleh semua orang, sekaligus akan lebih berharga daripada membeli emas. Jika dihitung-hitung untuk harga tabung oksigen saat ini Rp 25.000,00 per liter jadi jika suatu saat dijual dalam bentuk kemasan 2 liter berarti berharga Rp 50.000,00 padahal perhari kita butuh kira-kira 2.200 liter oksigen, sugguh harga yang fantastis untuk kemasan yang kosong tak terlihat wujudnya tersebut.

Begitulah imajinasi singkat saya yang langsung saya tuangkan dalam tulisan ini, entah semua itu akan terjadi atau tidak. Namun kembali lagi pada diri kita masing-masing, jika kita tetap acuh tak acuh terhadap keadaan lingkungan dan serakah ingin menguasai hutan dengan cara mengeksploitasinya secara berlebihan bukan tidak mungkin oksigen dalam kemasan tersebut segera terealisasi dan akan menambah beban ekonomi kita masing-masing. Ingat 1 pohon dapat menyuplai oksigen untuk 4 orang jadi jika kita menebang 1 pohon saja berarti kita telah mengambil hak hidup orang lain sebanyak 4 orang. Salam lestari!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s