Nyanyian Pemuda

     Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56-Jakarta Pusat. Masih terngiang pekik kemerdekaan yang Bung suarakan 67 tahun silam. mungkin Bung tak mengenaliku., aku adalah seorang pemuda Indonesia namun dari era yang berbeda. perjuanganmu silam tak lepas dari kaum-kaum muda Bung. Pemuda-pemuda yang rela mengorbankan nyawanya untuk kemerdekaan Republik Indonesia. Aku salut sekaligus berterima kasih atas jasa pemuda-pemuda jaman silam. Tapi kenapa keadaan berbalik Bung? Nilai-nilai luhur dari Pancasila dan Budi Pekerti diabaikan begitu saja.

      Aku juga sebagai pemuda mengelus dada. melihat pemuda Indonesia yang harusnya berangkat belajar tapi datangnya malah menghajar. hobi tawuran, suka mabuk-mabukkan, mereka bisanya bertindak pakai otot bukan otak. Belum lagi pemuda jaman ini kurang menghargai sejarah. Bung kau pernah berkata “Jasmerah! Jangan sekali-kali melupakan sejarah.” Tapi sungguh ironi, kemarin tepatnya tanggal 1 Juni 2013 (Hari lahir Pancasila) kemarin kawanku sendiri menanyakan ada peringatan apakah pada hari itu. Faktanya mereka itu bukan siswa SD atau SMP lagi, melainkan siswa SMA. Entah mereka pada saat itu lupa ataukah tidak tahu sama sekali.

     Bung apalah arti sebuah bangsa yang memiliki pemuda bobrok. Hanya segelintir dari mereka sajalah yang dapat mengharumkan nama bangsa, selebihnya hanya menjadi penonton setia ketika kawan-kawannya berprestasi. Dewasa kini orang-orang kita hanya memerdekakan kelompoknya saja bahkan memerdekakan dirinya masing-masing, dan hal tersebut terjadi pada pemuda masa kini. Memerdekakan dengan segala cara Bung entah itu halal atau tidak contoh nyatanya sajalah mencontek saat ujian selebihnya adalah kegiatan KKN. Bung kunci apakah yang harus digunakan untuk membuka sekaligus membasmi kecurangan-kecurangan tersebut?

     Bung kau pernah berseru “Berikan aku 100o orang tua, niscaya akan kucabut Semeru dari akarnya. Berikan aku 1 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia.” Sekali lagi apakah arti 1 pemuda jika ia memalukan bangsa sendiri bukan dunia yang berguncang, melainkan Indonesia sendiri yang diguncang kegalauan.

     Bung inilah sekelumit kata hati saya yang bisa saya curahkan padamu. Saya berharap Bung dapat mengerti kegelisahan yang dialami pemuda bangsa sekarang ini.  Semoga garuda-garuda muda Indonesia terus maju dan terus berkarya.

Terima kasih Bung.

Merdeka!!! Merdeka!!! Merdeka!!!!

 

 filmsukarno.com

#SuratUntukBung

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s