PUISI

Aceh 2004

Ketika tirta menjelma menjadi lawan

Disinilah hati mulai diuji

Inilah sebuah isyarat

Terhadap kita yang cacat

       26 Desember 2004

       Gelombang laut bersukaria

       Mengirimkan 1000 duka

       Layulah Bungong Jeumpa

       Amis…..

       Anyir…..

       Terasa meusuk penciuman

       Sekejap negeri Serambi Mekah sirnalah

Burung-burung itu datang mengintai kami

Hingga kami akhirnya mati

Kami tak punya daya untuk berduka

Tuk ratapi hidup kami yang binasa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s