LAPORAN KUNJUNGAN KE LAPAS ANAK KELAS II A

KATA PENGANTAR

Puji syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa, yang telah memberikan rahmat dan karunia kepada kami  sehingga kami bias menyelesaikan makalah mengenai Lembaga Pemasyarakatan Anak IIA Blitar ini tepat pada waktunya.

Ucapan terimakasih juga tak lupa kami sampaikan kepada semua pihak yang telah membimbing kami menyelesaikan tugas ini. Disini kami berterima kasih kepada :

  1. Bapak Drs. Salamun selaku Kepala SMA N 1 Talun
  2. Bapak Totok Supartono selaku Guru Mata Pelajaran PKn

Kami  yakin dalam penulisan tugas ini masih jauh dari kesempurnaan, sehingga kami mengharap kritik dan saran yang nantinya dapat memperbaiki tugas ini.Akhir kata kami mohon maaf atas kesalahan-kesalahan yang ada pada tugas ini dan kami berharap tugas ini akan menjadi manfaat dikemudian hari.

 

 

 

                                                                                                            Blitar, 8 Januari 2013

 

 

                                                                                                                  Penyusun

       I.            TUJUAN

Kunjungan siswa  SMA N 1 Talun ke Lapas Anak IIA Blitar beberapa waktu yang lalu ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penegakan hukum di LP Anak dan juga meneliti seluk beluk LP Anak ini. Mengerti prosedur yang ada didalam LP Anak Kelas IIA Blitar.

    II.            LATAR BELAKANG

  1. Kriminalitas yang terjadi pada anak-anak.
  2. Cara penanganan kasus yang terjadi pada anak.
  3. Bagaimana anak dengan sejarah masalah hukum itu dididik

    Pembahasan

     

    1. 1.     Pengertian LAPAS (Lembaga Pemasyarakatan)

    Lembaga Pemasyarakatan (disingkat LP atau LAPAS) adalah tempat untuk melakukan pembinaan terhadap narapidana dan anak didik pemasyarakatan di Indonesia. Sebelum dikenal istilah lapas di Indonesia, tempat tersebut di sebut dengan istilah penjara. Lembaga Pemasyarakatan merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (dahulu Departemen Kehakiman). Penghuni Lembaga Pemasyarakatan bisa narapidana (napi) atau Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) bisa juga yang statusnya masih tahanan, maksudnya orang tersebut masih berada dalam proses peradilan dan belum ditentukan bersalah atau tidak oleh hakim.

     

    1. 2.     Sejarah Singkat LAPAS Anak Blitar

    Lapas anak Blitar berdiri sejak jaman colonial Belanda, yang sebelumnya merupakan pabrik minyak bernama “INSULINDE” milik pemerintah kolonial Belanda. Kemudian, gedung ini berubah fungsi menjadi tempat untuk mendidik anak yang melanggar hukum dan dikenal sebagai  Rumah  Pendidikan  Negara (RPN), para penghuni dari RPN itu disebut Anak Raja.

    Sama halnya ketika jaman Belanda, ketika. Jepang menduduki wilayah Indonesia tepatnya di wilayah Blitar gedung ini juga digunakan untuk mendidik anak yang melanggar hokum dengan system keras dan bersifat militer dan berganti nama menjadi “KANKAT”.Setelah penjajahan. Jepang berakhir bangunan RPN  diambil alih oleh pihak Indonesia dan dijadikan sebagai asrama kompi “BARISAN GUNDUL”.Ditahun 1948 RPNdibumi hanguskan sehubungan dengan Agresi Militer Belanda II. Tanggal 1 Juli 1961 RPN di Kaliurang-Yogyakarta terancam dibubarkan akibat meletusnya gunung Merapi, akibatnya para karyawan RPN dipindahkan di RPN Blitar yang saat itu masih dibangun kembali. Kemudian pada tahun 1958 dibangun kembali oleh Pemerintah Indonesia. Pada tanggal 12 Januari 1962 rumah Pendidikan Negara (RPN) diresmikan oleh Menteri Kehakiman RI Prof. Dr. Sahardjo, SH.Padatanggal27April1964 diubahlah sistem kepenjaraan dan digantikan menjadi sistempemasyarakatan, maka Rumah Pendidikan anak berganti nama menjadi Lembaga Pemasyarakatan Khusus Anak Negara (LPC AN). Kemudian pada tanggal 26Februari1985 Rumah Pendidikan Negara (RPN) akhirnya berubah nama menjadi Lembaga Pemasyarakatan Anak Blitar sampai saat ini.

     

    1. 3.     Program LAPAS Anak

    3.1  Visi dan Misi LAPAS Anak Kelas IIA Blitar

    –          Dilakukan pendampingan

    –          Pemahaman, dan

    –          Penghantaran kepada cita-cita masing–masing anak.

    3.2  Tujuan LAPAS Anak Kelas IIA Blitar

    –          Bertujuan agar anak-anak yang sudah dibina didalam LAPAS pada akhirnya bisa mensyukuri nikmat Tuhan dan belajar agar tidak melanggar hukum dan mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya.

    3.3  Kasus yang paling banyak dilakukan

    –          Perbuatan tidak menyenangkan

    –          Pelecehan (korban mayoritas adalah perempuan)

    –          Penganiayaan

    –          Pencurian

    –          dan pelanggaran lalu lintas.

    Segala kasus pelanggaran ini diteliti oleh BaPas (Balai Pemasyarakatan).

    3.4  Program LAPAS Anak Kelas IIA Blitar

    • Program Kepribadian                                : Ibadah, Pendidikan
    • Program Kesehatan Jasmani dan Rohani  : Olahraga
    • Program Kemandirian                               : Kopsis, Salon Potong Rambut
    • Program Keterampilan                              : Band, Marching Band, Karawitan,

                                                                        Membuat Kerajinan Tangan.

     

    1. 4.     Pasal dan Hukuman

    Menurut pelanggarannya : secara teknis administrasi diputuskan oleh hakim yang memutuskan berdasarkan keyakinannya dan putusannya sendiri akan berbeda menurut jenis dan bentuk pelanggarannya. Dan diteruskan oleh pertimbangan dari Balai Pemasyarakatan (BaPas) karena masing-masing anak memiliki latar belakang yang berbeda.

    Ketika seorang anak telah diputus bersalah dan dikenakan pidana penjara, anakakan ditempatkan di Lembaga Pemasyarakatan (LAPAS) sebagai Warga Binaan Pemasyarakatan.

    Anak yang ditempatkan di LAPAS disebut dengan Anak Didik Pemasyarakatan. Anak Didik Pemasyarakatan terdiri dari (Pasal 1 angka 8 UU No.12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan):

    1. Anak Pidana yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan menjalani pidana di LAPAS Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun.
    2. Anak Negara yaitu anak yang berdasarkan putusan pengadilan diserahkan pada negara untuk dididik dan ditempatkan di LAPAS Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun.
    3. Anak Sipil yaitu anak yang atas permintaan orang tua atau walinya memperoleh penetapan pengadilan untuk dididik di LAPAS Anak paling lama sampai berumur 18 (delapan belas) tahun.

    Pengusutan  Kasus yang ada di LAPAS

    Salah satu cara yang bias ditempuh selain didalam sebuah institusi hokum yaitu musyawarah atau diversi. Diversi ini dilakukan berkaitan dengan penyelesaian pelanggaran anak yang dilakukan dengan cara musyawarah atau rembugan.

     Jumlah Narapidana dan Pegawai di LAPAS Anak Kelas IIA Blitar

    Jumlah narapidana yang ada di LAPAS Anak Kelas IIA Blitar menurut perhitungan akhir tahun 2012 yang lalu yaitu sekitar 255 anak. Sedangkan jumlah pegawainya adalah 60 orang dan pensiun 2 orang.

     

     

     

     

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s